Selasa, 13 September 2016

MELELUNAKKAN (TENGKLUK)-PAYAS BALI
BY SAGUNG MANIK CANDRA
 

Wanita Bali menggunakan Tengkuluk di kepalanya, 1949.

Pada jaman dahulu, Tengkuluk hanya digunakan oleh nenek-nenek. Tujuan menggunakan tengkuluk ini adalah, agar rambutnya tidak terurai (megambahan), karena megambahan menyiratkan makna bahwa nenek itu memiliki sifat keraksasaan, dengan ilmu pengiwa/pengleakannya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang nenek pada waktu berada di luar rumah, lebih-lebih pada saat mebanjar patutnya menggunakan tengkuluk.

Tengkuluk atau Tengkuluk Lelunakan pada masa sekarang ini sedang naik daun, karena produk budaya Bali ini telah digunakan dalam even-even yg marak dan akbar. Padahal busana ini awalnya merupakan tengkuluk yg biasa digunakan nenek-Nenek atau pada saat wanita dengan busana adatnya, ikut melakukan upacara pekutangan ke setra, tatkala ada orang meninggal.


lelunakkan ini berisi selendang yang dililit pada rambut, sekarang ini melelunakan/tengkluk sudah menjadi pepayas(payas) bagi orang dewasa maupun orangtua untuk sekedar photoshoot atau acara pentas.